Mesir Ajukan Komplain ke FIFA Terkait Keputusan Wasit
A38News – Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) dilaporkan telah resmi melayangkan surat komplain kepada FIFA terkait kepemimpinan wasit dalam laga krusial mereka di babak gugur Piala Dunia 2026. Langkah hukum dan diplomasi ini diambil menyusul kekecewaan mendalam atas beberapa keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan The Pharaohs.

Meskipun perjuangan spartan Mesir harus berakhir dengan cara yang dramatis, pihak manajemen tim merasa ada poin-poin krusial terkait konsistensi penerapan teknologi dan keputusan di atas lapangan yang perlu dievaluasi secara serius demi integritas turnamen.
Poin-Poin Utama yang Dikomplain oleh Mesir
Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis oleh pihak federasi, ada beberapa keputusan spesifik sepanjang pertandingan yang menjadi dasar pengajuan keberatan tersebut:
1. Konsistensi Intervensi VAR
Pihak Mesir menyoroti perbedaan standar yang digunakan oleh wasit utama dan petugas Video Assistant Referee (VAR). Mereka menilai ada insiden pelanggaran di area penalti lawan yang luput dari peninjauan ulang, sementara situasi serupa di lini pertahanan mereka diperiksa dengan sangat jeli.
2. Perlindungan Terhadap Pemain
Mesir juga mengkritik ketegasan wasit dalam mengendalikan tensi pertandingan. Skuad The Pharaohs menilai beberapa pelanggaran keras yang dilakukan oleh pemain lawan di sepertiga akhir lapangan seharusnya diganjar hukuman kartu yang lebih tegas untuk melindungi keselamatan pemain di atas lapangan.
Dalam rilis resminya, perwakilan EFA menegaskan bahwa komplain ini diajukan bukan semata-mata karena ketidakpuasan terhadap hasil akhir, melainkan untuk meminta transparansi dari komite wasit FIFA.
Sesuai dengan regulasi baku FIFA, pengajuan komplain atau protes tertulis pasca-pertandingan seperti ini tidak akan mengubah hasil akhir laga yang sudah sah diputuskan di lapangan. Skor pertandingan tetap mutlak dan tim yang memenangkan laga tetap berhak melaju ke babak berikutnya (Perempat Final).
Namun, investigasi dari komite disiplin dan komite wasit FIFA tetap berjalan. Jika terbukti ada kesalahan fatal atau kelalaian dalam penerapan prosedur (terutama sistem VAR), FIFA biasanya akan memberikan sanksi internal berupa pembatasan tugas (skorsing) bagi wasit atau petugas VAR yang bersangkutan di sisa laga Piala Dunia 2026.
Langkah berani Mesir ini pun mendapat perhatian luas dari para pengamat sepak bola internasional, yang menilai bahwa transparansi dalam komunikasi keputusan VAR memang masih menjadi pekerjaan rumah terbesar di turnamen-turnamen besar.
